Ferri klorida (FeCl₃), atau dikenal juga sebagai besi(III) klorida, adalah senyawa kimia anorganik yang merupakan komoditas skala industri dengan berbagai kegunaan penting, mulai dari pengolahan air hingga industri elektronik.
Berikut adalah poin-main mengenai ferri klorida:
- Karakteristik Fisik dan Kimia
- Penampilan: Dalam bentuk anhidrat (tanpa air), kristalnya berwarna hijau tua atau merah keunguan tergantung sudut pandang. Bentuk yang paling umum dijumpai adalah heksahidrat (FeCl₃·6H₂O) yang berwarna cokelat kekuningan.
- Sifat: Senyawa ini sangat higroskopis (menyerap kelembapan dari udara) dan bersifat korosif terhadap logam serta jaringan organik.
- Kelarutan: Sangat mudah larut dalam air, alkohol, dan eter. Saat dilarutkan dalam air, ia mengalami hidrolisis eksotermis yang menghasilkan panas dan larutan bersifat asam.
- Fungsi dan Kegunaan Utama
- Pengolahan Air: Digunakan sebagai koagulan dan flokulan untuk mengendapkan kotoran, menghilangkan bau (hidrogen sulfida), serta menyisihkan fosfat dalam air limbah maupun produksi air minum.
- Industri Elektronik: Berfungsi sebagai agen pengetsa (etching) tembaga dalam pembuatan papan sirkuit cetak (PCB).
- Katalis: Bertindak sebagai asam Lewis yang kuat dalam sintesis organik, seperti pada reaksi klorinasi senyawa aromatik.
- Uji Laboratorium: Digunakan dalam uji ferri klorida untuk mendeteksi keberadaan senyawa fenol melalui perubahan warna (ungu, hijau, atau biru).
- Keamanan
- Karena sifatnya yang sangat korosif, penanganan FeCl₃ wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium. Jika terkena kulit, segera bilas dengan air mengalir dan sabun.